Praktik Resistensi Budaya dalam Digitalisasi: Studi Kasus pada Komunitas Subkultur di Media Sosial
Keywords:
resistensi budaya, digitalisasi, subkultur, media sosial, cultural studiesAbstract
Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap praktik resistensi budaya yang dilakukan oleh komunitas subkultur dalam menghadapi arus digitalisasi, khususnya melalui media sosial. Digitalisasi telah menjadi kekuatan hegemonik yang membentuk budaya global, namun di sisi lain, komunitas subkultur menggunakan media sosial sebagai ruang alternatif untuk mempertahankan identitas, nilai, dan ekspresi budaya mereka yang berbeda dari arus utama. Studi ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus pada beberapa komunitas subkultur di Indonesia, seperti komunitas punk, goth, dan visual kei, yang aktif di platform seperti Instagram dan TikTok. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media sosial tidak hanya menjadi medium eksistensi, tetapi juga menjadi arena negosiasi dan resistensi terhadap nilai-nilai dominan. Komunitas-komunitas ini memanfaatkan fitur digital secara kreatif untuk menyuarakan narasi tandingan, membangun jaringan solidaritas, serta mempertahankan otonomi ekspresi. Temuan ini memperkuat argumentasi bahwa digitalisasi tidak selalu menghasilkan homogenisasi budaya, melainkan membuka ruang bagi praktik kontra-hegemonik. Penelitian ini berkontribusi pada kajian cultural studies dengan menyoroti dinamika relasi kuasa, identitas, dan resistensi di ranah digital.
References
Bakardjieva, M. (2015). Do clouds have politics? Collective actors in social media land. Information, Communication & Society, 18(8), 983–990. https://doi.org/10.1080/1369118X.2015.1043320
Baxter, P., & Jack, S. (2008). Qualitative case study methodology: Study design and implementation for novice researchers. The Qualitative Report, 13(4), 544-559. https://doi.org/10.46743/2160-3715/2008.1573
Bennett, A., & Maton, K. (2010). Theories of subculture and cultural resistance in the digital age. Cultural Studies Review, 16(2), 45-63. https://doi.org/10.5130/csr.v16i2.1893
Bruns, A. (2008). Blogs, Wikipedia, Second Life, and Beyond: From Production to Produsage. Peter Lang Publishing.
Castells, M. (2010). The Rise of the Network Society (2nd ed.). Wiley-Blackwell.
Couldry, N., & Hepp, A. (2017). The Mediated Construction of Reality. Polity Press.
Fuchs, C. (2014). Social Media: A Critical Introduction. SAGE Publications.
Fuchs, C. (2014). Social Media: A Critical Introduction. SAGE Publications.
Fusch, P. I., & Ness, L. R. (2015). Are we there yet? Data saturation in qualitative research. The Qualitative Report, 20(9), 1408-1416. https://doi.org/10.46743/2160-3715/2015.2281
Hall, S. (1997). Representation: Cultural Representations and Signifying Practices. SAGE Publications.
Hebdige, D. (1979). Subculture: The Meaning of Style. Routledge.
Jenkins, H. (2006). Convergence Culture: Where Old and New Media Collide. NYU Press.
Kozinets, R. V. (2015). Netnography: Redefined. SAGE Publications.
Lim, M. (2020). Freedom to hate: Social media, algorithmic enclaves, and the rise of tribal nationalism in Indonesia. Critical Asian Studies, 52(1), 1–18. https://doi.org/10.1080/14672715.2019.1706065
Marwick, A. E., & boyd, d. (2011). To see and be seen: Celebrity practice on Twitter. Convergence, 17(2), 139–158. https://doi.org/10.1177/1354856510394539
McRobbie, A. (2013). Feminism, the Politics of Media, and the Digital Era. Feminist Media Studies, 13(1), 1-16. https://doi.org/10.1080/14680777.2013.830489
Ponzanesi, S. (2017). The Cultural Politics of Digital Resistance: From Subculture to Mainstream. Journal of Cultural Studies, 11(3), 310-326. https://doi.org/10.1016/j.jcs.2017.04.002
Srnicek, N. (2016). Platform Capitalism. Polity Press.
Tushman, M. L., & O'Reilly, C. A. (2013). Organizational ambidexterity: Past, present, and future. Academy of Management Perspectives, 27(4), 200-217. https://doi.org/10.5465/amp.2013.0010
Yin, R. K. (2014). Case Study Research: Design and Methods (5th ed.). SAGE Publications.
Zeng, X. (2021). Algorithmic Culture and Content Creation in the Digital Age. Journal of Digital Culture, 24(5), 63-77. https://doi.org/10.1080/15205842.2021.1902307
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Fikri Maulana, Tristan Banuaji, Silfiyanti Sunaryo (Author)

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.