Menelusuri Identitas dan Representasi dalam Media Kontemporer: Perspektif Pasca-Kolonial
Keywords:
identitas, representasi budaya, media kontemporer, pasca-kolonial, narasi dominanAbstract
Di tengah kemajuan media kontemporer, media menjadi kekuatan penting dalam membentuk dan merepresentasikan identitas. Artikel ini menggali bagaimana media kontemporer mencerminkan identitas melalui kacamata pasca-kolonial, dengan menyoroti pengaruh sejarah kolonial terhadap cara narasi dibangun dalam budaya populer, film, iklan, dan media sosial. Dengan pendekatan teori pasca-kolonial, penelitian ini melihat bagaimana media sering kali memperkuat atau mengubah stereotip tentang ras, gender, dan kelas sosial. Lebih jauh lagi, artikel ini mengkaji dampak representasi ini terhadap cara kita memahami identitas dalam dunia yang masih dipengaruhi warisan kolonial. Selain itu, artikel ini menunjukkan bagaimana media bisa menjadi ruang bagi perlawanan terhadap narasi dominan, sekaligus menjadi tempat bagi identitas baru yang lebih inklusif. Dengan menelaah beberapa contoh dari film, iklan, dan media sosial, penelitian ini memberikan pemahaman lebih dalam tentang bagaimana identitas dan representasi berkembang dalam konteks pasca-kolonial.
References
Bhabha, H. K. (1994). The location of culture. Routledge.
Boyd, D. (2014). It's complicated: The social lives of networked teens. Yale University Press.
Chouliaraki, L. (2013). The Ironic Spectator: Solidarity in the Age of Post-Humanitarianism. Polity.
Derrida, J. (2016). Of Grammatology. Johns Hopkins University Press.
Dyer, R. (2002). The matter of images: Essays on representations. Routledge.
Elo, S., & Kyngäs, H. (2008). The qualitative content analysis process. Journal of Advanced Nursing, 62(1), 107–115.
Foucault, M. (1972). The Archaeology of Knowledge. Pantheon Books.
Geisler, T. (2014). Representations of race and the postcolonial gaze in film and media. Routledge.
Gillespie, M., & Toynbee, J. (2006). Analysing media texts. McGraw-Hill Education.
Hall, S. (1997). Representation: Cultural representations and signifying practices. Sage.
Hobbs, R. (2010). Digital and media literacy: A plan of action. Aspen Institute.
Kraidy, M. M. (2005). Hybridity, or the cultural logic of globalization. Temple University Press.
Krippendorff, K. (2018). Content analysis: An introduction to its methodology. Sage publications.
Mohanty, C. T. (1988). Under Western Eyes: Feminist Scholarship and Colonial Discourses. Feminist Review, 30(1), 61–88.
Murray, S., & Ouellette, L. (2020). The media studies handbook. Routledge.
Nash, K. (2019). Decolonizing Documentary: A Critique of Global Media Industries. Global Media and Communication, 15(2), 173–188.
Raka, A. G., & Santosa, A. (2021). Representasi Budaya Timur dalam Iklan Pariwisata Indonesia. Jurnal Komunikasi Indonesia, 9(1), 45–58.
Said, E. W. (1978). Orientalism. Pantheon Books.
Shohat, E., & Stam, R. (1994). Unthinking Eurocentrism: Multiculturalism and the Media. Routledge.
Silverman, D. (2017). Doing qualitative research. Sage Publications.
Siregar, S. R. (2020). Representasi Kelompok Marjinal dalam Film Indonesia Kontemporer. Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora, 9(3), 211–226.
Sulistyo, H., Binangun, P. S., & Sartika, E. (2020). Hibriditas, nation, dan aspek nostalgis representasi pascakolonial dalam lirik lagu-lagu Jawa Suriname. Jurnal Kawistara, 10(3), 352–367. https://doi.org/10.22146/kawistara.58521
Wulan, A., & Wiryawan, D. (2022). Representasi Media terhadap Masyarakat Papua dalam Berita Online. Jurnal Kajian Media, 6(2), 34–47.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Hanif Maulana Wijaya, Kevin Bagus Sulistio, Nindia Sani Hapsari (Author)

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.