Membangun Ruang Publik melalui Estetika: Analisis Kritis terhadap Pameran Seni dan Identitas Kolektif

Authors

  • Lutfi Hakim Fakultas Seni Pertunjukan, Institut Seni Budaya Indonesia (ISBI) Bandung, Indonesia Author
  • Fajar Ramadhan Fakultas Seni Pertunjukan, Institut Seni Budaya Indonesia (ISBI) Bandung, Indonesia Author

Keywords:

Pameran seni, estetika, ruang publik, identitas kolektif, analisis kritis

Abstract

Pameran seni bukan hanya sekadar tempat untuk memamerkan karya, tetapi juga berperan penting dalam menciptakan ruang publik yang menggambarkan identitas kolektif masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk menggali bagaimana estetika dalam pameran seni bisa membentuk dan memperkuat hubungan sosial antar individu dalam ruang publik. Dengan pendekatan analisis kritis, penelitian ini melihat bagaimana elemen-elemen visual dalam karya seni, seperti bentuk, warna, dan simbol, berinteraksi dengan latar sosial dan budaya di sekitarnya. Pameran seni menjadi sebuah medium yang tidak hanya menciptakan pengalaman estetika, tetapi juga membangun makna bersama yang memperkuat kesadaran kolektif. Hasil penelitian ini diharapkan memberikan wawasan baru tentang bagaimana pameran seni dapat berfungsi sebagai ruang bagi masyarakat untuk berbagi, berinteraksi, dan membentuk identitas kolektif yang inklusif. Pada akhirnya, pameran seni bukan hanya tentang visual yang dipamerkan, tetapi juga tentang bagaimana seni itu bisa menjadi cermin dari kehidupan bersama yang lebih harmonis.

References

Anderson, B. (1991). Imagined Communities: Reflections on the Origin and Spread of Nationalism. Verso.

Barrett, E. (2013). The Politics of Art: Contemporary Art and the Art of Politics. Verso.

Bennett, T. (2013). The Birth of the Museum: History, Theory, Politics. Routledge.

Bourdieu, P. (1993). The Field of Cultural Production. Columbia University Press.

Braun, V., & Clarke, V. (2006). Using thematic analysis in psychology. Qualitative Research in Psychology, 3(2), 77–101.

Creswell, J. W., & Poth, C. N. (2018). Qualitative inquiry and research design: Choosing among five approaches (4th ed.). SAGE Publications.

Danto, A. C. (2003). What Art Is. Yale University Press.

Groys, B. (2014). The Total Art of Stalinism: Avant-Garde, Aesthetic Dictatorship, and Beyond. Princeton University Press.

Habermas, J. (1989). The Structural Transformation of the Public Sphere: An Inquiry into a Category of Bourgeois Society. MIT Press.

Hooper-Greenhill, E. (2000). Museums and the Interpretation of Visual Culture. Routledge.

Horne, M. (2017). Art, Action, and Social Change: A New Form of Artistic Engagement. Journal of Arts and Culture, 45(3), 221-234.

Rancière, J. (2004). The Politics of Aesthetics. Continuum.

Rancière, J. (2013). The Emancipated Spectator. Verso.

Smith, L. (2014). The Politics of Art and Memory: Art as Cultural Intervention. Cambridge University Press.

Spradley, J. P. (2016). Participant observation. Waveland Press.

Stake, R. E. (1995). The art of case study research. SAGE Publications.

Vankin, J. (2016). Art, Identity, and Community in Contemporary Art. University of Chicago Press.

Downloads

Published

2025-07-31

How to Cite

Membangun Ruang Publik melalui Estetika: Analisis Kritis terhadap Pameran Seni dan Identitas Kolektif. (2025). Journal of Modern Social and Humanities, 1(4), 129-135. https://ejournal.gemacendekia.org/index.php/jmsh/article/view/161