Psikologi Konseling Individu dan Kelompok pada Warga Binaan Lapas Wanita Tangerang
DOI:
https://doi.org/10.71094/selayar.v2i1.358Keywords:
konseling individu, konseling kelompok, warga binaan perempuan, kesejahteraan psikologis, lembaga pemasyarakatanAbstract
Warga binaan perempuan di lembaga pemasyarakatan menghadapi tekanan psikologis yang kompleks, termasuk kesepian, stres, kecemasan, trauma, serta kesulitan adaptasi sosial. Kondisi tersebut menuntut adanya intervensi psikologis yang sistematis dan berkelanjutan melalui layanan konseling individu dan kelompok. Artikel pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk mendeskripsikan, menganalisis, dan mengevaluasi implementasi psikologi konseling individu dan kelompok pada warga binaan di Lembaga Pemasyarakatan Perempuan Kelas IIA Tangerang. Metode yang digunakan adalah pendekatan pengabdian berbasis partisipatif dengan desain deskriptif-analitis, melibatkan warga binaan perempuan sebagai peserta layanan konseling. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dokumentasi, serta pengukuran psikologis pra dan pasca intervensi. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa konseling individu berkontribusi signifikan dalam menurunkan tingkat stres, kecemasan, dan pola pikir negatif, sedangkan konseling kelompok efektif dalam mengurangi kesepian, meningkatkan dukungan sosial, serta memperbaiki kemampuan penyesuaian diri warga binaan. Temuan ini sejalan dengan berbagai penelitian terdahulu yang menegaskan efektivitas intervensi konseling dalam konteks pemasyarakatan perempuan. Kesimpulannya, layanan konseling individu dan kelompok merupakan strategi pengabdian masyarakat yang relevan dan efektif dalam meningkatkan kesejahteraan psikologis warga binaan perempuan serta mendukung proses rehabilitasi dan reintegrasi sosial.
References
Aini, R. (2015). Pengaruh cognitive behavior therapy (CBT) terhadap penurunan derajat kecemasan pada narapidana yang akan bebas di lembaga pemasyarakatan wanita kelas II A Bandung. Scientica, 2(1). https://doi.org/10.29313/scientica.v2i1.2312
Ang, S. Y., Mat Saat, G. A., & Shittu, O. T. (2025). Prison-based psychological and social interventions to improve the well-being of women prisoners: A systematic review. Mental Health Prevention, 29, 200405. https://doi.org/10.1016/j.mhp.2025.200405
Halimah, P., Hasanah, D. S., & Wibowo, H. (2015). Pola pembinaan narapidana wanita oleh lembaga pemasyarakatan dalam perspektif pekerjaan sosial. Jurnal Pekerjaan Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat, 2(3). https://doi.org/10.24198/jppm.v2i3.13546
Karlsson, M. E., Zielinski, M. J., & Bridges, A. J. (2024). Is sharing one’s personal story of victimization preferred? Incarcerated women’s perspectives on group treatment for sexual trauma. Social Sciences, 13(11), 570. https://doi.org/10.3390/socsci13110570
Misrah. (2023). Peran layanan bimbingan individu dalam mengurangi tekanan mental narapidana perempuan di lembaga pemasyarakatan. Munaddhomah, 4(2). https://doi.org/10.31538/munaddhomah.v4i2.484
Morgan, R. D., & Flora, D. B. (2002). Group psychotherapy with incarcerated offenders: A research synthesis. Group Dynamics: Theory, Research, and Practice, 6(3), 203–218. https://doi.org/10.1037/1089-2699.6.3.203
Morgan, R. D., Kroner, D. G., & Mills, J. F. (2006). Group psychotherapy in prison: Facilitating change inside the walls. Journal of Contemporary Psychotherapy, 36, 49–55. https://doi.org/10.1007/BF02729057
Nugroho, A., & Subroto, M. (2022). Pembinaan mental terhadap narapidana perempuan di lembaga pemasyarakatan. Jurnal Intelektualita, 10(2). https://doi.org/10.19109/intelektualita.v10i2.9887
Suroso, E. K., & Priyatmono, B. (2023). Pengaruh bimbingan konseling terhadap tingkat loneliness narapidana perempuan di lembaga pemasyarakatan perempuan kelas IIA Tangerang. Jurnal Intelektualita, 12(2). https://doi.org/10.19109/intelektualita.v12i002.19789
Syafrudin, H., & Subroto, M. A. (2023). Dinamika dan tantangan dalam rehabilitasi narapidana kelompok rentan perempuan di lembaga pemasyarakatan Indonesia. Jurnal Ilmu Sosial Politik dan Humaniora, 7(3), 760–764. https://doi.org/10.31604/jim.v7i3.2023.760-764
Taylor, S. D. (1996). Women offenders and reentry issues. Journal of Psychoactive Drugs, 28(4), 385–391. https://doi.org/10.1080/02791072.1996.10471717
Tifaldi, R. G., & Subroto, M. (2023). Peran layanan bimbingan individu dalam mengurangi stres narapidana perempuan di lembaga pemasyarakatan kelas IIA Jakarta. Jurnal Intelektualita, 12(2). https://doi.org/10.19109/intelektualita.v12i002.19706
Wakai, S., Sampl, S., Hilton, L., & Smith, L. (2014). Women in prison self-injurious behavior, risk factors, psychological function, and gender-specific interventions. The Prison Journal, 94(2), 153–170. https://doi.org/10.1177/0032885514537602
Zielinski, M. J., Karlsson, M. E., & Bridges, A. J. (2021). “I’m not alone, my story matters”: Incarcerated women’s perspectives on the impact and acceptability of group psychotherapy involving imaginal exposure to sexual assault memories. Health & Justice, 9(1). https://doi.org/10.1186/S40352-021-00148-4
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Maria Elisabeth Simanjuntak, Fajar Hadi Santoso, Lilis Kartika Sari (Author)

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.







