Program Literasi Media bagi Ibu Rumah Tangga: Peran Hoax Resistance, Digital Confidence, dan Family Information Safety
DOI:
https://doi.org/10.71094/selayar.v2i3.428Keywords:
literasi media, hoax resistance, digital confidence, keamanan informasi keluarga, ibu rumah tanggaAbstract
Perkembangan media digital telah meningkatkan intensitas penggunaan media sosial dalam lingkungan keluarga, termasuk pada kelompok ibu rumah tangga. Kondisi tersebut menghadirkan tantangan baru berupa meningkatnya penyebaran hoaks, rendahnya kemampuan verifikasi informasi, dan ancaman terhadap keamanan informasi keluarga. Penelitian ini bertujuan menganalisis peran program literasi media bagi ibu rumah tangga melalui penguatan hoax resistance, digital confidence, dan family information safety. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei eksplanatori. Data dikumpulkan melalui penyebaran kuesioner kepada ibu rumah tangga pengguna media digital yang aktif menggunakan media sosial dalam aktivitas sehari-hari. Analisis data dilakukan menggunakan analisis deskriptif dan regresi linear berganda untuk mengetahui hubungan antarvariabel penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat hoax resistance ibu rumah tangga berada pada kategori sedang, terutama pada aspek verifikasi informasi dan identifikasi berita palsu. Digital confidence responden berada pada kategori sedang menuju tinggi, namun masih ditemukan keterbatasan dalam penggunaan fitur keamanan digital dan perlindungan data pribadi. Family information safety juga berada pada kategori sedang karena sebagian responden belum menerapkan pengamanan informasi keluarga secara optimal. Hasil analisis menunjukkan bahwa hoax resistance dan digital confidence berpengaruh positif dan signifikan terhadap family information safety. Penelitian ini menegaskan bahwa program literasi media berbasis keluarga penting dikembangkan untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis, ketahanan terhadap hoaks, dan keamanan informasi digital dalam lingkungan rumah tangga.
References
Astuti, Y. D., Rifai, A., & Ummatin, K. (2017). Ibu rumah tangga melawan televisi: Studi literasi media televisi bagi ibu rumah tangga di Tegalrejo Yogyakarta. Musãwa Jurnal Studi Gender dan Islam, 16(2), 248–261. https://doi.org/10.14421/musawa.2017.162.248-261
Dinihari, Y., et al. (2025). Discourse analysis of digital hoaxes as a critical literacy strategy in Indonesian language education. KEMBARA: Jurnal Keilmuan Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya, 11(1). https://doi.org/10.22219/kembara.v11i1.40485
Ghanem, B., Rosso, P., & Rangel, F. (2019). An emotional analysis of false information in social media and news articles. arXiv. https://arxiv.org/abs/1908.09951
Guess, A. M., Lerner, M., Lyons, B., Montgomery, J. M., Nyhan, B., Reifler, J., & Sircar, N. (2020). A digital media literacy intervention increases discernment between mainstream and false news. Proceedings of the National Academy of Sciences, 117(27), 15536–15545. https://doi.org/10.1073/pnas.1920498117
Guess, A., Nagler, J., & Tucker, J. (2019). Less than you think: Prevalence and predictors of fake news dissemination on Facebook. Science Advances, 5(1), eaau4586. https://doi.org/10.1126/sciadv.aau4586
Irhamdhika, G. (2022). Mitigasi hoax di era disrupsi melalui literasi digital. J-IKA: Jurnal Ilmu Komunikasi, 9(1), 52–60. https://doi.org/10.31294/kom.v9i1.12610
Jones-Jang, S. M., Mortensen, T., & Liu, J. (2021). Does media literacy help identification of fake news? Information literacy helps, but other literacies don’t. American Behavioral Scientist, 65(2), 371–388. https://doi.org/10.1177/0002764219869406
Juwita, M. R., et al. (2025). Hoaxes in the digital era: An analysis of social media users’ perceptions and attitudes. Jurnal Lemhannas RI, 12(4), 567–580. https://doi.org/10.55960/jlri.v12i4.944
Khoerunnisa, L., & Anwar, R. K. (2019). Literasi media sosial pada ibu rumah tangga: Pemanfaatan media sosial oleh ibu rumah tangga di Karawang Barat. Nusantara Journal of Information and Library Studies, 2(2), 121–134. https://doi.org/10.30999/n-jils.v2i2.718
Kumar, S., & Shah, N. (2018). False information on web and social media: A survey. arXiv. https://arxiv.org/abs/1804.08559
Livingstone, S. (2018). Audiences in an age of datafication: Critical questions for media literacy. Television & New Media, 20(2), 170–183. https://doi.org/10.1177/1527476418811118
Minarso, C., & Irawati, I. (2021). The effect of media and information literacy towards the response of hoax information via WhatsApp. BACA: Jurnal Dokumentasi dan Informasi, 42(2), 195–210. https://doi.org/10.14203/j.baca.v42i2.712
Napitupulu, D. A., & Susanti, S. (2025). Pengaruh pelatihan peningkatan kemampuan literasi digital ibu rumah tangga terhadap pencegahan penipuan online. Pendas: Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar, 10(4), 224–236. https://doi.org/10.23969/jp.v10i04.39797
Novianti, D., & Fatonah, S. (2018). Literasi media digital di lingkungan ibu-ibu rumah tangga di Yogyakarta. Jurnal Ilmu Komunikasi, 16(1), 1–14. https://doi.org/10.31315/jik.v16i1.2678
Novianti, D., & Fatonah, S. (2019). Budaya literasi media digital pada ibu-ibu rumah tangga. Jurnal Antropologi: Isu-Isu Sosial Budaya, 21(2), 218–226. https://doi.org/10.25077/jantro.v21.n2.p218-226.2019
Novianti, D., & Fatonah, S. (2020). Memetakan kemampuan literasi media digital ibu-ibu rumah tangga di Desa Maguwoharjo, Yogyakarta. Eksos LPPM, 2(1), 45–56. https://doi.org/10.31315/eksos.v2i1.4154
Park, Y. J. (2020). Digital literacy and privacy behavior online. Communication Research Reports, 37(3), 171–180. https://doi.org/10.1080/08824096.2020.1760577
Pérez-Escoda, A., García-Ruiz, R., & Aguaded, I. (2019). Dimensions of digital literacy based on five models of development. Cultura y Educación, 31(2), 232–266. https://doi.org/10.1080/11356405.2019.1603274
Roozenbeek, J., & van der Linden, S. (2019). Fake news game confers psychological resistance against online misinformation. Palgrave Communications, 5(1), 65. https://doi.org/10.1057/s41599-019-0279-9
Shu, K., Bhattacharjee, A., Alatawi, F., et al. (2020). Combating disinformation in a social media age. arXiv. https://arxiv.org/abs/2007.07388
Silalahi, R. R., Mardani, P. B., & Christanti, M. F. (2019). Peningkatan literasi kesehatan digital bagi ibu-ibu rumah tangga di Posyandu Flamboyan Bekasi. Journal of Dedicators Community, 4(1), 33–42. https://doi.org/10.34001/jdc.v4i1.993
Tandoc, E. C., Lim, Z. W., & Ling, R. (2018). Defining “fake news”: A typology of scholarly definitions. Digital Journalism, 6(2), 137–153. https://doi.org/10.1080/21670811.2017.1360143
Thomas, P. B., Hogan-Taylor, C., Yankoski, M., & Weninger, T. (2021). Pilot study suggests online media literacy programming reduces belief in false news in Indonesia. arXiv. https://arxiv.org/abs/2107.08034
Ulya, H., Mumpuni, R. A., Arumsari, N., & Ummah, S. M. (2024). Literasi media sosial sebagai antisipasi hoaks bagi organisasi kemasyarakatan Muslimat NU di Kabupaten Demak. Jurnal Dharma Indonesia, 3(1), 44–55. https://doi.org/10.15294/jdi.v3i1.16581
Vraga, E. K., & Tully, M. (2021). News literacy, social media behaviors, and skepticism toward information on social media. Information, Communication & Society, 24(2), 150–166. https://doi.org/10.1080/1369118X.2019.1637445
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Febi Novitasari, Faizah Yulianti, Pranata Gunarto (Author)

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.







